Facebook atau disingkat FB adalah sebuah situs web jejaring sosial populer yang diluncurkan pada 4 Februari 2004. Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang Mahasiswa Harvard dan mantan murid Ardsley High School. Keanggotaannya pada awalnya dibatasi untuk siswa dari Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat surat-e suatu universitas (seperti: .edu, .ac, .uk, dll) dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs jejaring sosial ini.
Selanjutnya dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Sejak 11 September 2006, orang dengan alamat surat-e apa pun dapat mendaftar di Facebook.[2] Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, seperti berdasarkan sekolah, tempat kerja, atau wilayah geografis.
Hingga Juli 2007, facebook memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia.[3] Dari September 2006 hingga September 2007, peringkatnya naik dari posisi ke-60 ke posisi ke-7 situs paling banyak dikunjungi,[4] dan merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika Serikat, mengungguli situs publik lain seperti Flickr, dengan 8,5 juta foto dimuat setiap harinya.[5][6]
Fitur hiburan dalam Facebook disebut aplikasi. Contohnya antara lain permainan video, kuis, dan lain sebagainya.
Enjoying..!!
Welcome to my blog...
Aq emang udah lama punya akun blogger tapi jarang posting, maklum sibuk sekolah...
Tapi kalo aq sempat pasti aq posting lagi...
Mm... aq suka banget warna pink, jadi harap maklumi kalo nanti icon2 di blog-q banyak yg pake warna pink...
Ok... enjoying blog-q ya?!!!
Aq emang udah lama punya akun blogger tapi jarang posting, maklum sibuk sekolah...
Tapi kalo aq sempat pasti aq posting lagi...
Mm... aq suka banget warna pink, jadi harap maklumi kalo nanti icon2 di blog-q banyak yg pake warna pink...
Ok... enjoying blog-q ya?!!!
Sabtu, 13 Februari 2010
Mahasiswi "Korban Facebook" Ternyata Tidak Hilang
Sylvia Russrina (23), mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, yang dikabarkan dibawa hilang dan kabur dibawa teman laki-laki "facebooknya" sejak Sabtu lalu (6/2), ditemukan, Jumat (12/2) di Kota Jambi.
Sylvia yang merupakan warga Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi tersebut ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB di Hotel Denis kawasan Simpang Rimbo, Kota Baru Jambi, kata Kapoltabes Jambi Kombes Bobbyanto Adoe di Mapolsekta Kotabaru Jambi, Sabtu.
Ditemukannya Silvia berkat laporan dari seseorang yang mengenali korban setelah melihat siaran berita di televisi. Warga tersebut kemudian melaporkan ke Polsek Kotabaru.
Anggota Polsek Kotabaru Jambi yang mendapatkan laporan tersebut langsung mengamankan keduanya dan dibawa ke Mapolsekta untuk dimintai keterangan.
Dari hasil pemeriksaan sementara, Sylvia tidak merasa diculik karena pergi bersama teman laki-lakinya dan mereka berdua sudah sama-sama suka dan saling mencintai.
Sementara itu, Kapolsek Kotabaru AKP Iwan Sayuti membantah bila ada pihak yang mengatakan bahwa Sylvia dilarikan dan dibawa kabur pacarnya karena berteman di dunia maya melalui jejaring sosial facebook. Keduanya pergi karena sama-sama suka dan telah kenal sebelumnya.
"Dia bukannya dilarikan, tapi mereka berdua pergi karena sama-sama suka dan sejak awal mereka berdua sudah berkenalan langsung, bukan lewat `facebook`. Mengenai telepon milik Sylvia yang tidak bisa dihubungi tersebut, itu karena rusak setelah terjatuh," katanya.
Informasi yang didapat menyebutkan, kasus itu berawal saat Sylvia jalan-jalan hingga nyasar ke Brebes, Jateng. Sylvia tidak tahu cara untuk pulang ke Semarang.
Kemudian, dia berkenalan dengan Andi di kawasan terminal di Brebes dan Andi bersedia mengantarkan Sylvia untuk pulang ke Semarang.
Berawal dari perkenalan tersebut, kemudian keduanya bertukar nomor HP dan alamat `facebook`, yang selanjutnya keduanya menjalin hubungan.
Setelah berpacaran, Andi dicarikan rumah kos oleh Sylvia dan tinggal di Kota Semarang. Hubungan yang semakin dekat tersebut membuat keduanya ingin dan berniat untuk pulang ke Kerinci guna menemui kedua orang tua Sylvia dan keduanya pulang karena sepakat untuk meminta restu hubungan mereka.
Keduanya berangkat dari Semarang sejak Kamis (4/2), kemudian singgah di Jakarta selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju Jambi menggunakan bis antar provinsi dan akhirnya mereka sampai di Jambi pada Kamis (11/2) sekitar pukul 24.00 WIB.
Sesampai di Jambi keduanya lansung menginap di Hotel Denis dan akhirnya diamankan pihak kepolisian.
"Saat ini keduanya masih kita mintai keterangan dan akan dibawa ke Poltabes Jambi untuk dicek kondisi kesehatannya dan rencananya keduanya akan dibawa ke Semarang oleh anggota Polwiltabes Semarang yang saat ini masih diperjalanan menuju Jambi," kata Kapolsekta Iwan Sayuti.
(N009/A038)
Sylvia yang merupakan warga Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi tersebut ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB di Hotel Denis kawasan Simpang Rimbo, Kota Baru Jambi, kata Kapoltabes Jambi Kombes Bobbyanto Adoe di Mapolsekta Kotabaru Jambi, Sabtu.
Ditemukannya Silvia berkat laporan dari seseorang yang mengenali korban setelah melihat siaran berita di televisi. Warga tersebut kemudian melaporkan ke Polsek Kotabaru.
Anggota Polsek Kotabaru Jambi yang mendapatkan laporan tersebut langsung mengamankan keduanya dan dibawa ke Mapolsekta untuk dimintai keterangan.
Dari hasil pemeriksaan sementara, Sylvia tidak merasa diculik karena pergi bersama teman laki-lakinya dan mereka berdua sudah sama-sama suka dan saling mencintai.
Sementara itu, Kapolsek Kotabaru AKP Iwan Sayuti membantah bila ada pihak yang mengatakan bahwa Sylvia dilarikan dan dibawa kabur pacarnya karena berteman di dunia maya melalui jejaring sosial facebook. Keduanya pergi karena sama-sama suka dan telah kenal sebelumnya.
"Dia bukannya dilarikan, tapi mereka berdua pergi karena sama-sama suka dan sejak awal mereka berdua sudah berkenalan langsung, bukan lewat `facebook`. Mengenai telepon milik Sylvia yang tidak bisa dihubungi tersebut, itu karena rusak setelah terjatuh," katanya.
Informasi yang didapat menyebutkan, kasus itu berawal saat Sylvia jalan-jalan hingga nyasar ke Brebes, Jateng. Sylvia tidak tahu cara untuk pulang ke Semarang.
Kemudian, dia berkenalan dengan Andi di kawasan terminal di Brebes dan Andi bersedia mengantarkan Sylvia untuk pulang ke Semarang.
Berawal dari perkenalan tersebut, kemudian keduanya bertukar nomor HP dan alamat `facebook`, yang selanjutnya keduanya menjalin hubungan.
Setelah berpacaran, Andi dicarikan rumah kos oleh Sylvia dan tinggal di Kota Semarang. Hubungan yang semakin dekat tersebut membuat keduanya ingin dan berniat untuk pulang ke Kerinci guna menemui kedua orang tua Sylvia dan keduanya pulang karena sepakat untuk meminta restu hubungan mereka.
Keduanya berangkat dari Semarang sejak Kamis (4/2), kemudian singgah di Jakarta selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju Jambi menggunakan bis antar provinsi dan akhirnya mereka sampai di Jambi pada Kamis (11/2) sekitar pukul 24.00 WIB.
Sesampai di Jambi keduanya lansung menginap di Hotel Denis dan akhirnya diamankan pihak kepolisian.
"Saat ini keduanya masih kita mintai keterangan dan akan dibawa ke Poltabes Jambi untuk dicek kondisi kesehatannya dan rencananya keduanya akan dibawa ke Semarang oleh anggota Polwiltabes Semarang yang saat ini masih diperjalanan menuju Jambi," kata Kapolsekta Iwan Sayuti.
(N009/A038)
Dikeluarkan Gara-gara Komentar di Facebook
Empat siswa SMA 4 Tanjungpinang, Kepri, belum lama ini, dikeluarkan dari sekolah, gara-gara berkomentar tidak senonoh terhadap seorang guru perempuan, lewat jejaring sosial Facebook.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Ahadi, menilai tindakan sekolah mengembalikan keempat siswanya kepada orangtua mereka masing-masing, sudah sesuai aturan.
Ahadi menilai, keempat siswa kelas 2 IPA berinisial MA, AN, AR dan YK itu sudah keterlaluan karena melakukan posting tulisan yang tidak pantas di Facebook.
"Mereka tidak tahu akibat tindakan mereka itu tersebar luas di dunia maya yang menyebabkan guru tersebut merasa terhina," katanya.
Ahadi menambahkan, dalam tata tertib sekolah sudah dijelaskan seluruh aturan-aturan yang berlaku dan sudah disepakati bersama pihak sekolah dengan orangtua siswa.
"Seluruh guru juga sepakat untuk mengembalikan mereka kepada orang tuanya, karena tindakan mereka bukan sekali itu saja melakukan tindakan yang tidak pantas. Kalau sekali mungkin masih diberikan teguran atau surat peringatan," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMA 4 Tanjungpinang, Yose Rizal, mengatakan, kata-kata yang ditulis siswanya tersebut di Facebook, menyebut sesuatu yang sensitif bagi seorang perempuan.
"Akibatnya guru yang bersangkutan juga tidak sanggup lagi untuk berhadapan dengan siswa itu," ujarnya.
Dinilai Berlebihan
Wali Kota Tanjungpinang Suryatati A Manan, ketika dimintai komentarya, menilai, tindakan sekolah yang mengeluarkan keempat siswanya karena telah menghina gurunya melalui Facebook, terlalu berlebihan.
"Pihak sekolah sepertinya terlalu berlebihan, anak-anak tersebut juga punya hak untuk belajar," kata Suryatati, usai menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek 2561 di Jl Merdeka Tanjungpinang, Minggu dini hari (14/2).
Suryatati mengatakan, seharusnya anak-anak tersebut dibina terlebih dahulu sebelum ada tindakan terakhir yang dilakukan oleh pihak sekolah.
"Saya akan panggil Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang," kata Suryatati.
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau, Ismeth Abdullah, engaku belum mengetahui permasalahan adanya empat orang siswa-siswi di SMA 4 Kota Tanjungpinang yang dikeluarkan dari sekolah karena menghina seorang guru perempuan dengan kata-kata kotor, melalui Facebook.
"Saya akan cek dulu, nanti saya akan panggil Wali Kota Tanjungpinang," ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Ahadi, menilai tindakan sekolah mengembalikan keempat siswanya kepada orangtua mereka masing-masing, sudah sesuai aturan.
Ahadi menilai, keempat siswa kelas 2 IPA berinisial MA, AN, AR dan YK itu sudah keterlaluan karena melakukan posting tulisan yang tidak pantas di Facebook.
"Mereka tidak tahu akibat tindakan mereka itu tersebar luas di dunia maya yang menyebabkan guru tersebut merasa terhina," katanya.
Ahadi menambahkan, dalam tata tertib sekolah sudah dijelaskan seluruh aturan-aturan yang berlaku dan sudah disepakati bersama pihak sekolah dengan orangtua siswa.
"Seluruh guru juga sepakat untuk mengembalikan mereka kepada orang tuanya, karena tindakan mereka bukan sekali itu saja melakukan tindakan yang tidak pantas. Kalau sekali mungkin masih diberikan teguran atau surat peringatan," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMA 4 Tanjungpinang, Yose Rizal, mengatakan, kata-kata yang ditulis siswanya tersebut di Facebook, menyebut sesuatu yang sensitif bagi seorang perempuan.
"Akibatnya guru yang bersangkutan juga tidak sanggup lagi untuk berhadapan dengan siswa itu," ujarnya.
Dinilai Berlebihan
Wali Kota Tanjungpinang Suryatati A Manan, ketika dimintai komentarya, menilai, tindakan sekolah yang mengeluarkan keempat siswanya karena telah menghina gurunya melalui Facebook, terlalu berlebihan.
"Pihak sekolah sepertinya terlalu berlebihan, anak-anak tersebut juga punya hak untuk belajar," kata Suryatati, usai menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek 2561 di Jl Merdeka Tanjungpinang, Minggu dini hari (14/2).
Suryatati mengatakan, seharusnya anak-anak tersebut dibina terlebih dahulu sebelum ada tindakan terakhir yang dilakukan oleh pihak sekolah.
"Saya akan panggil Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang," kata Suryatati.
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau, Ismeth Abdullah, engaku belum mengetahui permasalahan adanya empat orang siswa-siswi di SMA 4 Kota Tanjungpinang yang dikeluarkan dari sekolah karena menghina seorang guru perempuan dengan kata-kata kotor, melalui Facebook.
"Saya akan cek dulu, nanti saya akan panggil Wali Kota Tanjungpinang," ujarnya.
Langganan:
Komentar (Atom)