SESAMPAINYA DI PERCAMPINGAN
"Via, Ify, kita disini aja yuk!" Shilla menunjuk sebuah tenda berwarna pink-biru.
"Wah iya deh, tendanya bagus, warna kesukaan gue, pink!" tukas Via.
"Iya2, pinky girl" Ify menata barang2nya.
Mereka bertiga sibuk menata barang2nya. Yah. bergaya ala cewek2 gitu.
DI TEMPAT LAIN
"Eh, tempat kita enak ya! deket sama tenda cewek2!" tukas Cakka.
"Ah elo Cak! pikirannya cewek mulu!" Gabriel noyor jidat Cakka.
"Gue tuh cowok bro! gak bisa jauh2 dari cewek" Cakka melakukan pembelaan.
"Iya2 dasar CPSI" Irsyad yg sedari tadi diem kini mulai bicara.
"Nah, tuh elo tau!" mereka bertiga tertawa bersama seperti layaknya anak remaja.
"Bagi seluruh peserta percampingan Putra Kencana, di harap berkumpul di lapangan utama, sekarang juga!" si pemandu acara mulai ngomel2 lagi tuh. Kali ini lewat pengeras suara.
Para peserta percampingan mulai berhamburan keluar dari tenda masing2.
"Nah, sekarang, kita akan memulai kegiatan awal yaitu membentuk kerjasama. Karena jumlah peserta laki2 dan perempuan sama, maka satu kelompok berisi 3 laki2 dan 3 perempuan. Silahkan mencari teman!" perintah dari ibu pemandu segera dipatuhi oleh seluruh peserta.
"Eh temen2, kita kelompokan ma Cakka aja!" kata Shilla.
"Ciyeeh... yg mau deket2 Cakka" Ify menyindir Shilla.
"Ih Ify, apaan sih!" muka Shilla memerah.
"Tuh kan, mukanya merah" Ify semakin memojokkan Shilla. Kini Shilla mati gaya di depan Ify.
"Udah2, tuh Cakka ma temen2nya nyamperin kita!" Via menunjuk ke arah 3 cowok yg sedang menuju arah mereka.
"Eh, elo2 pada sama kita aja ya!" kata Cakka dengan gaya andalannya.
"Iya2, rencananya juga kita sama elo!" jawab Via.
"Irsyad ikut nimbrung sama kalian?" tanya Shilla.
"Iya, dia kan bagian dari kita juga!" kata Iyel santai yg di ikuti dengan senyum yg memikat hati.
"Ok, gue tulis dulu nama2 kalian!" Ify mengeluarkan secarik kertas dari tasnya, lalu menulis nama teman2nya.
"Selesai!" lalu Ify memasukkan bolpoinnya ke dalam tas.
"Sini, gue aja yg ngumpulin!" kata Cakka dan Shilla bersamaan.
"Gue aja Cak," pinta Shilla.
"Nggak, gue aja!" Cakka sedikit memaksa.
"Ih, elo cowok gak mau ngalah banget sih!" Shilla ngambek, tapi masih bersikeras untuk mengumpulkan kertas namanya.
"Kalo selalu mengalah tu namanya bukan cakka tapi seventeen" kata Cakka.
"Sini deh, gue aja!" Via merebut kertas nama itu lalu meninggalkan teman2nya, yg lain pada bengong aja.
Nah, gimana ceritanya? kalo kurang seru, maap ya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar